Senin, 22 Agustus 2016

Kelebihan dan Kekurangan Suzuki Aerio

Kelebihan dan Kekurangan Suzuki Aerio

Ulasan Spesifikasi dan Harga Suzuki Aerio - Kelas mobil hatchback adalah satu segmen yang paling kompetitif dari pasar kendaraan yang ada di Indonesia. Namun hal ini tidak berlaku pada awal tahun millenium dikarenakan setiap perusahaan dituntut untuk menghadirkan sebuah MPV yang mampu mengangkut penumpang dan barang bawaan dalam satu paket. Seperti halnya Kijang Kapsul ataupun Isuzu Panther yang telah lebih dahulu tersohor di mata publik. Ketika pertama kali dikenalkan, Suzuki seakan ingin memulai kiblat baru dengan menghadirkan Suzuki Aerio yang pada saat itu masih minim kompetitor dalam segmen hatchback. 

Suzuki Aerio pertama kali hadir di Indonesia pada tahun 2001 secara CBU. Lalu mulai dirakit secara lokal pada tahun 2003 bersamaan dengan versi sedannya, Baleno Next-G. Aerio sendiri bertujuan untuk menggantikan Suzuki Forsa dalam segmen yang sama yang telah lama berhenti produksi. Sedangkan Baleno Next-G menggantikan Suzuki Baleno versi lawas. Setelah beredar hingga tahun 2006, akhirnya mobil ini digantikan oleh Suzuki SX-4.

Eksterior Suzuki Aerio
Mengusung body hatchback tidak serta merta membuat Suzuki berhasil dalam hal penjualan. Setelah setahun Aerio beredar, akhirnya Honda Jazz GD3 dikenalkan oleh Honda dan langsung menjadi sebuah primadona. Hal ini dikarenakan body yang diusung oleh Aerio kurang menarik. Kesan 90-an masih menempel dari styling yang ditawarkan. Mulai dari lampu depan, bumper dan lampu belakang yang kurang sporty. Meskipun begitu, bentuk dari mobil ini lebih proporsional dibandingkan dengan Baleno Next-G.


Interior Suzuki Aerio
Masuk ke dalam, Anda akan lupa bahwa mobil ini adalah sebuah hatchback. Bentuknya yang tinggi dan panjang membuat ruang kepala dan ruang kaki menjadi sangat luas. Inilah salah satu kelebihan yang dimiliki Aerio. Susunan panel konsor tersusun rapi, namun letaknya terlalu ke bawah dan berefek negatif terhadap konsentrasi pengemudi. Namun baiknya tata letak ini didesain ulang menjadi lebih pada versi facelift. Namun sayangnya, opsi instrumen klaster yang telah digital kembali menggunakan model jarum konvensional. Dalam hal ini, versi prefacelift jauh terlihat lebih modern meskipun perawatan sedikit lebih mahal.Selebihnya, kursi pengemudi dapat diatur ketinggiannya dan memiliki jangkauan yang cukup dari depan hingga belakang. Lalu fitur tilt steering tak lupa disematkan, guna membantu pengemudi untuk menemukan posisi ketinggian dan kerendahan setir agar nyaman mengemudi.


Performa dan Kinerja Mesin Suzuki Aerio 
Suzuki Aerio ini didukung oleh mesin 1.5 liter empat silinder berbahan aluminium. Mesinnya menggunakan 16 katup dan injeksi bahan bakar elektronik untuk menghasilkan tenaga hingga 100 HP pada 5.900 RPM dan torsi 133 Nm pada 3.100 RPM. Mesin ini memiliki rasio kompresi sebesar 9.5:1 dan masih aman menggunakan premium. Gearbox manual 5 percepatan hadir sebagai standar. Namun, gearbox otomatis 4 percepatan juga disediakan bagi yang menyukai matic.


Impresi Berkendara dan Handling Suzuki Aerio
Dibangun berdasarkan sasis sebuah sedan kompak jelas memberikan efek positif terhadap hatchback ini. Kenyamanan yang mampu ditawarkan oleh suspensi double wishbone di setiap titik bahkan belum mampu disaingi oleh hatchback pabrikan lain hingga saat ini. Pengendaliannya juga di atas rata-rata. Meskipun dimensinya tinggi, Aerio masih mampu bermanuver dengan baik tanpa adanya gejala limbung dan bodyroll. Bagi Anda yang belum terbiasa mengendarai mobil ini mungkin akan menemui kesulitan dimana visibilitas ke depan terhalang karena kursinya terlalu rendah. Begitu pula dengan pandangan ke belakang karena terhalang oleh sandara kursi penumpang belakang.

Spesifikasi Suzuki Aerio
  • Mesin : M15A 4 silinder segaris 16 katup DOHC.
  • Tenaga : 100 HP @5.900 RPM.
  • Torsi : 133 Nm @3.100 RPM.
  • Rasio kompresi : 9.5:1.
  • Bore x stroke : 78 mm x 78 mm.
  • Konsumsi BBM : 9-12 km/L (dalam kota) ; 13-15 km/L (luar kota).
  • Transmisi : manual 5 percepatan dan matic 4 percepatan.
  • Suspensi : Depan dan belakang double wishbone.
  • Rival : Honda Jazz GD3 dan Toyota Yaris NCP91.

Harga Suzuki Aerio
  • Tahun 2001 : 70 juta.
  • Tahun 2002 : 75 juta.
  • Tahun 2003 : 80 juta.
  • Tahun 2004 : 85 juta.
  • Tahun 2005 : 90 juta.
  • Tahun 2006 : 100 jutaan.

Kelebihan Suzuki Aerio
  • Harga murah dan terjangkau.
  • Biaya perawatan murah.
  • Suku cadang melimpah.
  • Kabin sangat luas untuk seukuran hatchback.
  • Jaringan aftersales cukup banyak.
  • Bagasi luas.
  • Relatif irit.
  • Nyaman.

Kekurangan Suzuki Aerio
  • Model kurang bagus.
  • Mesin kurang responsif.
  • Harga jual kembali rendah.
  • Kursi terlalu tegak.
  • Visibilitas terhalang.
  • Kaki-kaki ringkih.
  • Peredaman kabin kurang maksimal.

Demikian ulasan lengkap mengenai review spesifikasi, harga serta keunggulan dan kelemahan Suzuki Aerio. Secara keseluruhan, mobil ini merupakan alternatif terbaik bagi Anda yang menginginkan sebuah hatchback dengan budget minim. Kabinnya yang luas adalah salah satu alasan mengapa mobil ini sangat layak untuk dijadikan pilihan.


0 komentar

Posting Komentar